Terekam CCTV, Dugaan Penarikan Paksa Mobil Berujung Bentrokan Berdarah di Surabaya, Tiga Orang Terluka
Surabaya, 27 Juli 2026, sumbanews.site, Peristiwa bentrokan yang diduga dipicu upaya penarikan paksa sebuah mobil terjadi di kawasan Taman Sari, Surabaya, tepatnya di area parkir Diskotek Ambyar dan Kafe TBC, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 03.15 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka serius akibat senjata tajam dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi di lokasi, kericuhan bermula saat sekelompok orang yang diduga merupakan debt collector berusaha mengambil sebuah mobil yang disebut milik seorang talent band berinisial P, yang rutin tampil di Diskotek Ambyar dan Tembak Langit.
Upaya tersebut diduga mendapat penolakan dari pemilik kendaraan dan dibantu oleh petugas valet yang berada di lokasi.
Seorang petugas parkir berinisial DM mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian karena bertugas pada siang hari. Namun, ia memperoleh informasi dari koordinator parkir mengenai kronologi awal insiden tersebut.
"Menurut informasi dari koordinator, dua petugas valet, yakni Fery dan Didik, mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh dan saat ini dirawat di RSUD dr. Soetomo," ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Peristiwa itu juga terekam kamera pengawas (CCTV). Berdasarkan rekaman yang beredar dan keterangan saksi, awalnya terjadi adu mulut antara pihak yang diduga hendak menarik kendaraan dengan pemilik mobil serta petugas valet.
Kelompok tersebut kemudian sempat meninggalkan lokasi, namun diduga kembali beberapa saat kemudian dengan jumlah orang yang lebih banyak dan diduga membawa senjata tajam.
Situasi yang semula hanya berupa perselisihan verbal berubah menjadi bentrokan. Dua petugas valet berusaha menyelamatkan diri, namun tetap menjadi sasaran serangan hingga mengalami luka bacok. Selain itu, seorang korban lainnya dilaporkan mengalami putus jari kelingking tangan kiri.
Potongan jari tersebut ditemukan di sekitar taman dekat lokasi kejadian dan diduga berkaitan dengan bentrokan tersebut.
Kapolsek Genteng, Kompol Mulya Sugiharto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan rekaman CCTV untuk kepentingan penyelidikan.
"Korban ada tiga orang dan semuanya masih dirawat di rumah sakit. Untuk kronologi lengkap serta identitas para korban masih dalam proses penyelidikan," kata Mulya.
Pihak kepolisian juga masih mendalami dugaan motif bentrokan, termasuk mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat dan menelusuri legalitas tindakan penarikan kendaraan yang diduga menjadi pemicu kejadian.
Hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun keterangan resmi mengenai status hukum para pihak yang terlibat.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Himpunan Pengusaha Hiburan Umum (HIPERHU), George Handiwiyanto, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia berharap setiap persoalan yang terjadi di lokasi hiburan dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum tanpa menggunakan kekerasan.
"Kami sangat prihatin. Apabila terjadi kesalahpahaman antara pengunjung dengan pihak lain, sebaiknya diselesaikan secara humanis dan sesuai ketentuan hukum, bukan dengan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi peristiwa, memeriksa rekaman CCTV, meminta keterangan saksi-saksi, serta menelusuri pihak yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut.
Media ini juga masih membuka ruang hak jawab dan konfirmasi dari pihak yang diduga melakukan penarikan kendaraan maupun pihak lain yang berkepentingan agar pemberitaan tetap berimbang sesuai kaidah jurnalistik.
Pewarta: Nur Hasan
Related Articles